Mengenal JavaScript dan Node JS Bagi Pemula

4 Menit Membaca

Jika bicara tentang pengembangan aplikasi berbasis web maka kita tidak akan lepas dari penggunaan JavaScript dan Node JS. Dua perangkat lunak ini saling melengkapi dalam pengembangan aplikasi berbasis web.

Banyak aplikasi yang telah dikembangkan berbasis web, seperti Netflix, lalu Linkedin Paypal dan lain-lain. Selain mudah untuk diakses aplikasi berbasis website juga tidak membutuhkan sumber daya yang besar dari sisi perangkat keras atau lunak.

Pengertian JavaScript dan Node JS

JavaScript dan Node JS memiliki peran masing-masing untuk optimalisasi aplikasi berbasis web. Secara umum JavaScript sebagai bahasa pemrograman dan Node JS merupakan runtime yang mengeksekusi instruksi pada JavaScript.

JavaScript

JavaScript merupakan bahasa pemrogramanĀ  yang dapat bekerja di sisi server dan klien di berbagai mesin pencari seperti Google Chrome, Mozilla Fox hingga opera java. JavaScript digunakan untuk pengembangan website atau situs agar lebih menarik dan interaktif.

Node JS

Node JS adalah perangkat lunak yang dirancang untuk mengembangkan aplikasi berbasis web. Node JS merupakan salah satu platform atau framework dari JavaScript yang dapat berjalan pada sisi server untuk membuat dan mengembagkan aplikasi berbasis web.

Sejarah Pengertian JavaScript dan Node JS

Sejarah Pengertian JavaScript dan Node JS

Sejarah JavaScript

JavaScript dibuat oleh Brendan EichĀ  yang saat itu bekerja di Netscape Communication Corporation pada 1995. Awalnya bahasa pemrograman itu dinamai dengan Mocha, namun diganti menjadi LiveScript saat diserahkan kepada dalam versi beta kepada Netscape.

Kemudian saat dirilis pada 1995 namanya kembali diubah menjadi JavaScript. Pemilihan nama ini juga berkaitan dengan kerjasama Netscape dengan Sun atau kini Oracle yang memegang lisensi Java.

Pengembagan JavaSripct cukup singkat, Brendan Eich hanya membutuhkan waktu sekitar 10 hari untuk mendesain JavaScript.

Pada 1997 Netscape melakukan standarisasi produknya dengan menggunakan JavaScript ke ECMA Internasional dengan label ECMA Script. Hingga saat ini JavaScript menjadi salah satu bahasa pemrograman berbasis web yang cukup populer di dunia.

Sejarah Node JS

Berbeda dengan JavaScript, Node JS baru ditemukan pada 2009 oleh Ryan Dahl seorang Developer dari Joynet perusahaan perangkat lunak dan layanan berbasis cloud yang berpusat di San Francisco.

Penemuan Node JS berawal ini keinginan Ryan Dahl untuk membuat engine yang ada dapat mengeksekusi JavaScript dapat dilakukan di luar browser. Saat itu JavaScript hanya dapat berjalan di browser.Ā 

Ryan Dahl kemudian mencoba berbagai bahasa pemrograman seperti C, Haskell, LUA untuk membuat engine tersebut, hingga berhasil saat menggunakan JavaScript, dan kemudian diberi namaĀ  Node Js.

Pada 2009 Node Js pertama kali diperkenalkan untuk pengguna Linux. Hingga saat ini Node Js terus dikembangkan, sampai memasuki versi terbaru yaitu 14 yang dirilis pada tahun 2020.

Java Fundamental

Perbedaan JavaScript dengan Node JS

JavaScript dan Node JS sudah menjadi alat yang sangat dibutuhkan saat ini dalam pengembangan produk digital. Keduanya bahkan menjadi seperangkat alat yang sangat membantu aplikasi khususnya berbasis web lebih menarik dan interaktif.

JavaScript merupakan bahasa pemrograman yang dirancang untukĀ  pengembangan aplikasi berbasis web. Sedangkan Node Js adalah runtime atau interpreter dari JavaScript. Di samping itu, Node Js dibuat di atas V8 Engine milik Chrome dengan menggunakan bahasa pemrograman C++

Artinya, Node Js merupakan pendukung JavaScript agar dapat lebih optimal digunakan terutama untuk keperluan yang lebih dari sekadar pengerjaan frontend.

Fungsi Node Js dan JavaScript

Fungsi Node Js dan JavaScript

Secara umum Node Js dan JavaScript berfungsi untuk pengembangan dan optimalisasi sebuah aplikasi berbasis web. JavaScript sebagai bahasa pemrogramannya dan Node Js sebagai interpreter JavaScript.

Fungsi JavaScript
  • Ā Pengembangan Website

Sebagai bahasa pemrograman, JavaScript memiliki berbagai kelebihan untuk membuat website lebih menarik. Contoh sederhana seperti fitur animasi, audio yang ada di website yang dirancang melalui JavaScript.

Ā Fitur tersebut yang membuat JavaScript menjadi salah satu bahasa pemrograman yang populer hingga saat ini.

  • Pengembangan Aplikasi

Selain itu pengembangan website, JavaScript juga bisa untuk pengembangan aplikasi, mulai dari aplikasi berbasis web, sampai pembuatan aplikasi desktop.

Hal ini didukung dengan framework yang dimiliki oleh JavaScript sebagai bahasa pemrogramanĀ  Framework tersebut nantinya yang akan menjalankannya.

  • Pengembangan Game

Fungsi JavaScript selanjutnya yaitu dapat digunakan untuk pengembangan game online. Sehingga memungkin game tersebut dimainkan di browser tanpa harus didownload.

Namun penggunaan JavaScript untuk pengembangan gameĀ  masih terbatas, yaitu untuk game online. Dan belum support untuk pengembangan game yang berskala besar.

Fungsi Node JS
  • Pengembangan Web

Node Js membantu developerĀ  mengerjakan urusan frontend dan backend dengan hanya perlu menguasai satu bahasa pemrograman saja.

Pengembangan tersebut dapat dikembangkan secara produktif tanpa harus terkendala dengan perbedaan sintaks di sisi server maupun klien.

  • Streaming Data

Node JS memiliki modularitas yang bisa digunakan untuk menampilkan data secara streaming pada browser. Fitur ini salah satunya digunakan oleh aplikasi Netflix.

  • Optimalisasi Server Side

Salah satu kegunaan Node Js yaitu untuk kebutuhan server side seperti pada perancangan perangkat lunakĀ  Application Program Interface (API) JavaScript Object Notation (JSON).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu