Pengertian Fullstack Developer, Fronted End Developer, dan Back End Developer

Apasih pengertian fullstack developer, fronted end developer, dan back end developer. Sering sekali ketiga hal ini disebut-sebut dalam web development project. Istilah ini juga sering sekali muncul pada lowongan kerja yang ada di start up-start up. Well, sebenarnya, istilah ini merupakan dampak dari semakain kompleksnya pengerjaan sebuah proyek. Profesi developer menjadi semakin terspesialisasi dan dapat memilih untuk fokus pada satu bahasa pemnrogramman saja. Yuk, langsung simak info berikut!

Frontend Developer

Bagian frontend dari sebuah website adalah bagian yang langsung dilihat oleh user. User juga bisa langsung berinteraksi pada bagian ini. Bagian ini dibangun menggunakan HTML, CSS, JavaScript. HTML (HyperText Markup Language) adalah fondasi dari web. Semua website yang kita kunjungi dibuat menggunakan HTML. HTML menentukan struktur dan konten website. Versi terakhir dari HTML adalah HTML5. Bahasa pemrograman yang mengontrol tampilan HTML pada halaman website disebut dengan CSS (Cascading Style Sheets). CSS menentukan warna, font, gambar background, dan bahkan bagaimana tampilan keseluruhan website. Versi terakhir dari CSS adalah CSS3, yang menambahkan fitur seperti interaktivitas dan animasi dasar. Kita bisa menciptakan sebuah website hanya dengan menggunakan HTML dan CSS, tetapi yang benar-benar akan membuat website kita tampil menarik adalah JavaScript.

Dengan JavaScript, kita bisa melakukan banyak hal, seperti interaktivitas, animasi yang lebih kompleks, dan bahkan kita juga bisa membuat fully feature web application. Dulu (sekitar tahun 2012), kebanyakan browser tidak dapat menginterpretasikan JavaScript dengan baik sehingga menambahkan fungsi-fungsi kompleks JavaScript bukanlah ide yang bagus. Tetapi, saat ini browser sudah menjadi lebih canggih dan bisa menjalankan JavaScript dengan baik. Ini menjadikan JavaScript tidak hanya digunakan untuk bagian backend lagi. JavaScript sendiri juga telah mengalami banyak kemajuan dengan bertambahnya framework-framework seperti Angularjs, jQuery, dan Node.js. Singkatnya, apa yang didefinisikan dengan frontend telah banyak berubah dalam waktu yang singkat. Frontend developer menggunakan HTML, CSS, JavaScript untuk coding website. Mereka menciptakan design website dan kemudian membuat website tersebut dapat berfungsi. Sebagian website hanya menggunakan HTML, CSS, JavaScript. Tetapi sebagian lainnya juga ada menggunakan backend programming language.

Backend Developer

Backend adalah bagian belakang layar dari sebuah website. Bahasa pemrograman untuk backend development diantaranya adalah PHP, Ruby, Python, dan banyak lainnya. Satu hal yang akan kita temui: tidak akan banyak perusahaan yang mem-posting lowongan kerja dengan kalimat โ€œbackend developerโ€. Yang akan lebih sering kita temui adalah lowongan pekerjaan untuk โ€œRuby developerโ€, โ€œPHP developerโ€, dan lain sebagainya. Ada banyak hal yang tidak bisa dilakukan oleh JavaScript, namun dapat dilakukan oleh bahasa pemrograman backend. Kebanyakan sistem manajemen konten dibangun melalui backend programming, contohnya pada aplikasi web yang kompleks. Belajar coding akan mengajarkan kita menemukan solusi terbaik untuk berbagai masalah, dan terkadang backend programming adalah bagian dari solusi tersebut. Untuk membangun sebuah website yang berjalan dengan baik, backend developer biasanya bekerjasama dengan frontend developer.

Baca juga: Roadmap Belajar Fullstack Development

Full stack Developer

Fullstack developer bekerja pada bagian frontend dan backend. Mereka menguasai HTML, CSS, JavaScript, dan satu atau lebih bahasa pemrograman backend. Perkembangan teknologi saat ini membuat perbedaan frontend dan backend development menjadi semakin sedikit. Banyak hal yang sebelumnya hanya bisa dilakukan pada bagian backend, dapat dilakukan juga melalui frontend. Ini membuat semakin banyaknya developer yang menguasai frontend dan backend programming sekaligus. Pada saat ini, menjadi full stack developer juga menambah nilai khusus kita di mata perusahaan. Tetapi, menjadi full stack developer bukan berarti kita harus mengerjakan keseluruhan kode baik frontend atau backend sebuah website. Kebanyakan full stack developer tetap menghabiskan waktunya pada satu bagian programming saja. Namun, kelebihan dari full stack developer adalah mereka bisa melakukan analisa masalah pada kedua bagian programming. Ada juga beberapa fullstack developer yang mengerjakan semuanya sendiri, biasanya ini terjadi jika mereka freelance atau satu-satunya developer yang bekerja pada sebuah project.

Sudah paham kan bedanya? Mana ya, yan lebih menarik untukmu? Untuk tahu bagaimana cara menjadi fullstack developer, lihat info sebelumnya ya!

Source: badrinteractive.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu