Kasus penculikan dan perdagangan manusia bukanlah barang baru yang diketahui khalayak di dunia. Sampai hari ini tindakan kriminal tersebut masih kerap terjadi dengan berbagai modus dan strategi yang terus berkembang. Salah satunya pemanfaatan Dark Web, atau Web Gelap yang lalu lintas jaringannya tidak bisa diketahui secara umum, dan butuh perangkat lunak khusus dalam operasional serta pemantauannya.

Bagaimana Aktivitas Dark Web dalam Perdagangan Manusia?

Dark Web merupakan bagian dari deep web, bagian dari website yang tidak terindeks oleh mesin pencari sehingga identitas pemakainya tidak diketahui karena index protocol (IP) yang tidak terbaca. Sejumlah studi mengatakan, 57% aktivitas transaksi di deep web adalah ilegal. Termasuk praktik perdagangan manusia.

Di Amerika Serikat, Dark Web menjadi salah satu pendukung terjadinya perdagangan manusia yang menguntungkan pelaku hingga US$ 150 milliar. Korbannya diperlakukan untuk perbudakan dan prostitusi. Melalui internet dan terutama Dark Web, perdagangan manusia menjadi sangat merebak, namun tetap tersembunyi. Banyak orang yang dibuat tertarik untuk mengikuti ajakan tertentu pada satu website yang muncul, lalu diam-diam menjadi korban dan diperdagangkan. Bahkan, oleh pelaku, perencanaannya dilakukan dalam Dark Web dan tidak diketahui oleh siapapun.

Pertolongan Terhadap Korban Perdagangan Manusia pada Dark Web

Tentu saja hal tersebut tidak bisa didiamkan. Sebuah lembaga bernama Defense Advanced Research Project Agency (DARPA) telah bekerja untuk melacak dan membongkar praktik perdagangan manusia di Dark Web. Program tersebut dinamai Memex Program dan sudah aktif sejak tahun 2014.

Program kerja Memex menyasar pada identifikasi konten di permukaan yang mengindikasikan aktivitas Dark Web untuk perdagangan manusia. Demi menggali informasi, DARPA membangun kekuatan lain dalam pencarian di internet dengan memanfaatkan teknologi penyusupan pada jaringan website. Teknologi ini terdiri atas program komputer yang secara otomatis dan sistematis mencari halaman website dengan menggunakan konten atau kata-kata tertentu yang muncul di permukaan. Itulah solusi untuk bisa menembus jaringan rahasia Dark Web.

Baca Juga:ย Dark Web, Situs Gelap dengan Sejuta Informasi

Program Memex sudah terbukti efektif membantu penyelesaian kasus perdagangan manusia melalui Dark Web. Tentunya dengan segala bukti yang ada. Tahun 2016, selama 6 bulan sebanyak 4,752 temuan program Memex membantu kantor pengacara di daerah Manhattan, Amerika Serikat dalam menyelesaikan kasus perdagangan manusia.

Butuh Dukungan Pemerintah

Kendati demikian, di Amerika Serikat sendiri program Memex dari lembaga DARPA tersebut belum diketahui apakah mendapat dukungan atau tidak dari pemerintahan negara. Akan tetapi, secara tidak langsung misi DARPA mengatasi persoalan perdagangan manusia pada Dark Web terbantu oleh kebijakan pemerintah yang memeperketat keluar masuknya orang ke wilayah Amerika Serikat.

Kebijakan tersebut berlaku sejak Presiden Donald Trump resmi menjabat, yang membuat Amerika Serikat terasa sedang diisolasi. Dampak positifnya adalah mengurangi perdagangan manusia dengan menghambat jalur lalu lintas keluar wilayah negara, walaupun sekaligus berdampak negatif untuk melibatkan diri membantu kasus yang sama di negara lain.

Banyak pihak yang mengharapkan pihak pemerintah di sana untuk membantu serta mendukung misi DARPA tersebut. Tak dipungkiri, teknologi inovatif seperti yang diterapkan pada program Memex harus terus ditingkatkan dan dikembangkan, serta diaplikasikan juga oleh pemerintah daerah manapun.

Sumber: medium.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu