Kehadiran Nabi Muhammad SAW di dunia merupakan sebuah mukjizat karena keteladanan perilakunya yang sungguh memesona. Bukan hanya dalam kehidupan beragama tapi di seluruh aktivitas manusia.

Bukan hanya untuk di masa ketika beliau masih hidup, melainkan hingga zaman sekarang yang segala lini kehidupan dihiasi digitalisasi. Bahkan hingga nanti ketika teknologi tak lagi membatasi ruang kebutuhan manusia, Nabi Muhammad SAW akan selalu jadi acuan keselamatan dalam bersikap di keseharian. Sebagaimana yang telah difirmankan:

โ€œSesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allahโ€. (Q.S. Al-Ahzab [33]: 21).

Maka, tidaklah sebuah pengecualian bahwa para programmer selaku salah satu aktor utama di era digital untuk perlu meneladani sifat Nabi Muhammad SAW. Tujuannya, agar segala kreativitas dan produktivitasnya senantiasa memberikan banyak manfaat positif bagi peradaban manusia.

Dari semua sifat teladan Nabi Muhammad SAW, umumnya kita mengetahui empat poin utama yang penting diaplikasikan dalam hidup. Di antaranya adalah jujur, amanah, menyampaikan, dan cerdas.

 

JujurProgrammer Kompeten

Sebagai aktor kemajuan teknologi informasi yang menjadi inti peradaban zaman sekarang, programmer dituntut untuk jujur. Kreativitasnya harus disertai penolakan atas kecurangan, apalagi tindakan koruptif.

Orang beriman memang mestinya berkata benar, atau (jika tidak dapat) lebih baik diam. Begitu nasihat Rasul. (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).

Programmer menjadi tonggak krusial atas kelancaran digitalisasi informasi yang berlaku untuk kepentingan masyarakat era ini. Oleh karenanya, peluang positif maupun dampak negatifnya bisa jadi seimbang. Ada ruang penyalahgunaan kuasa di sana, bersamaan dengan semangat pengabdian kepada agama, bangsa dan masyarakat.

Di situlah kejujuran dibutuhkan, dan Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan keberanian dalam penerapannya. Di segala segi hidup, di semua waktu bernapas.

 

Amanah

Programmer KompetenProgrammer yang baik juga dihendaki untuk amanah. Dia harus bisa menjalankan tugas sesuai dengan aturan main yang disepakati. Ada banyak sekali mandat hebat mengarah pada perannya, disertai dengan tanggung jawab besar.

Sesuai hukum alamiahnya, segala amanah akan memberi kesempatan pada hilangnya kepercayaan bila sekali saja mengecewakan. Sudah sepantasnya, programmer menjaga amanah yang diberikan kepadanya agar terus mendapat ruang kreativitas dan pembuktian kredibilitas.

Nabi Muhammad adalah sosok yang sangat pantas diteladani sifat amanahnya. Menurut riwayat, kejujurannya dari kecil membuatnya diberi amanah oleh Siti Khadijah menjaga dagangannya, yakni sebelum keduanya menikah. Itulah yang membuat Siti Khadijah sangat kagum dan hormat padanya.

 

Menyampaikan

programmer kompetenNabi Muhammad SAW juga mencontohkan untuk mampu jadi penyampai pesan yang baik. Tidak cuma pengutaraan kontennya, tapi juga cara menyampaikannya agar pesan diterima. Istilah asiknya: komunikatif.

Tentu saja sifat menyampaikan itu dibutuhkan programmer. Kendati lebih sering berhadapan dengan komputer ketimbang manusia, programmer tak bisa menghindari kebutuhannya mentransaksi isi pikirannya kepada peran-peran penting di sekitarnya.

Programmer yang baik harus berani menyampaikan sesuatu, entah itu baik atau buruk, kepada pihak-pihak tertentu disertai dengan cara yang baik dan mudah dicerna. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW mencontohkan, penyampaian pesan harus diikuti dengan kesabaran. Agar tepat sasaran.

Sebagai contoh ketika bekerja bersama seorang bos uang tidak berpengalaman dalam bidang IT. Mau tidak mau, sang programmer harus menjadikan pesan yang disampaikan efisien dan efektif, demi tercapainya tujuan dan menghindari kesalahpahaman.

Di kesempatan lain, seorang programmer juga akan mendapatkan kesempatan mentransfer segala yang diketahuinya kepada sesama programmer. Terutama kepada yang lebih muda dan sedang mempelajari. Maka, penting sekali untuk programmer bisa menyampaikan dengan baik.

Allah berfirman:

โ€œJanganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahuiโ€. (Q.S. Al-Baqarah , QS : 42:6)

 

Cerdas

Sebagai seorang nabi sekaligus rasul, Muhammad SAW juga berbekal kecerdasan dalam kesehariannya. Sifat ini menjadikannya hidup secara strategis dan solutif, serta bijak dalam mengambil keputusan. Tidak hanya cerdas secara jasmani, tapi juga rohani. Itulah yang membuat kebijakannya disegani oleh umat.

Demikian pula dengan programmer, segala tindak tanduknya dalam urusan digital harus solutif. Ia dituntut untuk cerdas dalam membaca keadaan sedetil mungkin. Lebih hebatnya, di era industri 4.0 ini kecerdesannya sangat dibutuhkan untuk membuat mesin yang juga cerdas. Harus cerdas berkali-kali lipat dibanding karyanya sendiri.

Menjadi cerdas bisa dipahami dengan terus menerus menimba ilmu. Salah satu caranya adalah dengan membaca. Membaca banyak hal, terutama buku. Karena, membaca merupakan perintah pertama yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril.

Tak heran bila Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah tersebut, karena riwayat juga menceritakan bahwa ia dari kecil memang gemar merenung dan berpikir. Saat itulah ia membaca berbagai hal di sekelilingnya, yang selanutnya terkonversi menjadi kecerdasan jasmani dan rohani.

Ingin Menjadi โ€œProgrammerโ€ Handal? Ini Dia Caranya

Maka, dari semua hal itu, tak ada alasan lagi untuk tidak meneladani sosok fenomenal Nabi Muhammad SAW dalam hidup seorang programmer. Dengan catatan, itu penting bila ingin menjadi programmer hebat.

 

Sumber: https://www.tongkronganislami.net/ , https://darunnajah.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu