Puluhan bahkan ratusan tahun lalu, siapa yang menyangka pemuda yang berjuang atas nama bangsanya di masa itu kini kita sebut sebagai pahlawan. Di waktu itu, yang mereka lakukan hanyalah berjuang sekuat tenaga dan seikhlas hati demi bangsa dan masyarakat. Ironinya, sebagai jiwa-jiwa yang disematkan predikat kepahlawanan, sebagian besar mereka tidak melihat sendiri apa itu kemerdekaan. Apa lagi kemajuan peradaban yang saat ini segalanya berbalut teknologi dan terdigitalisasi. Yang mana, semua itu juga tak lepas dari andil mereka.

Masa lalu untuk masa sekarang. Masa sekarang untuk masa depan. Begitulah yang mesti dipahami dari perjuangan para pahlawan itu. Artinya, setiap orang bisa jadi pahlawan bagi bangsanya. Yang mana, waktulah yang menunjukkan kelak siapa saja para pahlawan itu dan apa jasa mereka. Terang saja, kamu sebagai bagian dari pemuda masa kini adalah potensi besar untuk kemudian dikenal bangsa sebagai pahlawan. Bahkan tidak ada yang beda, pemuda zaman dulu dan zaman sekarang sama-sama mesti menggunakan keberanian dan segala amunisi yang sesuai dengan kebutuhan perjuangannya.

Bila dulu harus menggunakan senjata melawan keterbatasan gerak akibat kesewenangan penjajah, kini bisa dengan teknologi informasi untuk melawan keterbatasan hidup yang masih dirasakan oleh sebagian orang. Maka, merupakan hal yang wajar bila kita lihat saat ini ada banyak pribadi-pribadi hebat yang sedang bergelut dengan masa mudanya untuk melawan keterbatasan tersebut. Dengan kemajuan teknologi informasi, mereka bercita-cita untuk menghadirkan hal-hal yang membuat hidup lebih layak dan nikmat.

Salah satu di antaranya adalah Khoirul Anwar, yang sempat disebut sebagai penemu jaringan 4G, tapi ia menyanggahnya. Menurutnya, ia hanya mengerjakan konsep dasar dengan dua Fast Fourier Transform (FFT) yang berpasangan, lalu dipakai dalam 4G uplink. Meski begitu, teknik tersebut membuatnya mendapat penghargaan dari IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) di California pada tahun 2006. Tentu saja itu sangat membanggakan. Hari ini, nama Khoirul Anwar boleh jadi belum begitu menjadi buah bibir. Bahkan, masih banyak yang tidak tahu siapa dan apa yang ia lakukan.

Namun, puluhan tahun kemudian, sejarah panjang teknologi dunia akan memuat nama tersebut dalam berbagai catatan. Catatan itu kemudian dibaca oleh generasi masa depan Indonesia. Dinobatkan secara kenegaraan atau tidak, di benak mereka nama Khoirul Anwar akan dianggap sebagai pahlawan. Bukan hanya nasional, tapi internasional. Hal serupa juga akan terjadi pada banyak nama anak Indonesia lainnya. Ada nama Ryan Gondokusumo, founder Sribu.com dan Sribulancer.com. Dua karyanya tersebut hari ini sudah diakses oleh jutaan orang di Indonesia bahkan dunia, dengan ratusan ribu lapangan pekerjaan yang beredar.

Setelah itu ada nama Rini Sugianto, perempuan hebat di balik animasi film-film hebat yang mengguncangkan dunia. Sebut saja The Hobbit, Hunger Games, Iron Man, Adventure of Tin-tin, dan banyak film lainnya yang di credit title dapat kita lihat namanya. Boleh saja hari ini ia belum disebut pahlawan, tapi puluhan tahun kemudian bisa saja orang-orang membaca namanya seperti menceritakan sejarah RA Kartini hari ini. Begitu juga dengan Wahyu Ichwandardiโ€”atau akrab disapa Pinot, dan juga Andre Surya. Keduanya juga dikenal dengan tangan-tangan perjuangannya yang membanggakan Indonesia lewat animasi. Serta nama-nama lainnya yang di masa depan akan sangat dihormati layaknya pahlawan perjuangan.

Keberadaan orang-orang tersebut mestilah jadi bukti bahwa saat ini, dengan kemajuan informasi dan teknologiย  siapa saja bisa beraksi dan berjuang melawan keterbatasan yang terlihat olehnya. Tak perlu menuntut hasil instan, kenikmatan proses usaha yang tulus ikhlas bak pahlawan kemerdekaan adalah hal yang sangat dihormati. Oleh karena itu, kamu tak punya alasan lagi untuk tidak mengambil andil perjuangan untuk bangsa dan dunia di era teknologi dan informasi ini. Semuanya sudah terbentang luas. Manfaatkanlah waktu yang ada, lalu mulai dari diri sendiri, dari sekarang, dan dari yang kecil. Semoga kelak kamu akan tercatat sebagai pahlawan, atas karya-karya yang telah diciptakan.

Sumber: blog.gamatechno.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu