Dengan big data yang saat ini tersedia, bisnis dan industri mengumpulkan dan menghasilkan miliaran data setiap hari. Fenomena big data membutuhkan keterampilan yang tepat untuk dapat membuat makna dari hal itu – baik itu di bidang medis, pendidikan, bisnis, olahraga, dll. Perusahaan-perusahaan ini harus mampu tidak hanya mengumpulkan dan menyimpan data tetapi juga menganalisisnya untuk membuat keputusan strategis dan terinformasi yang dapat meningkatkan profitabilitas dan memecahkan masalah kehidupan nyata. Bayangkan manfaat dan kegunaan big data dalam merancang model untuk memudahkan lalu lintas dan membuat transportasi di menjadi mudah dan nyaman. Banyak hal lagi yang bisa dilakukan dan salah satu keterampilan yang dibutuhkan oleh seorang data scientist adalah SQL. Jadi apa itu SQL dan kenapa SQL harus dipelajari?

Apa itu SQL?

SQL (Structured Query Language) adalah bahasa database yang digunakan untuk membuat, memelihara, dan mengambil basis data relasional. Dimulai pada tahun 1970-an, SQL telah menjadi alat yang sangat penting dalam kotak alat data scientist karena sangat penting dalam mengakses, memperbarui, memasukkan, memanipulasi dan memodifikasi data. Ini membantu dalam berkomunikasi dengan basis data relasional untuk dapat memahami dataset dan menggunakannya dengan tepat.

Berikut adalah lima alasan mengapa seorang calon data scientist perlu belajar SQL agar mereka berhasil dalam karier data science mereka.

1. SQL Mudah Dipelajari dan Digunakan

Tidak seperti bahasa pemrograman lain yang membutuhkan pemahaman konseptual tingkat tinggi dan menghafal langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan tugas, SQL dipuji karena kesederhanaannya dengan menggunakan pernyataan deklaratif. Ini menggunakan struktur bahasa sederhana dengan kata-kata bahasa Inggris yang mudah dipahami dibandingkan dengan menghafal string angka dan huruf dalam bahasa lain. Jika baru mengenal pemrograman dan data science, SQL adalah bahasa terbaik untuk memulai. Sintaks pendek memungkinkan untuk meminta data dan mendapatkan wawasan darinya. Sebagai seorang data scientist yang bercita-cita tinggi, kamu perlu belajar SQL karena mudah dikuasai. SQL adalah dasar dari data science.

Agar kamu dapat terus maju dan memiliki penguasaan yang baik di bidang ini, kamu harus memulai perjalanan karier data science dengan bahasa yang sederhana namun kuat seperti SQL. Sangat mudah untuk mempelajari dasar-dasar SQL dan menggunakannya untuk menanyakan dan memanipulasi data. Selain itu, ada alat Business Intelligence (BI) berbasis SQL yang sangat berguna dan dapat dengan mudah digunakan oleh seorang data scientist. SQL juga akan memberi   pengetahuan dasar yang dapat membantu   mempelajari bahasa pemrograman lain sembari mempersiapkan   untuk memahami basis data NoSQL.

2. SQL Membantumu Memahami Dataset

Sebagai seorang data scientist, hal pertama yang ingin   ketahui adalah pemahaman mendalam tentang dataset yang   kerjakan. Mempelajari SQL akan memberi   pemahaman yang kuat tentang basis data relasional dan karenanya memungkinkan   untuk menguasai dasar-dasar data science.

SQL akan membantu   untuk menyelidiki set data secara memadai, memvisualisasikannya, mengidentifikasi strukturnya dan mengetahui bagaimana bentuk dataset sebenarnya. Ini akan memungkinkan   untuk mengetahui apakah ada nilai yang hilang, mengidentifikasi pencilan, NULLS, dan format dataset. Melalui pengirisan, pemfilteran, agregasi, dan pemilahan, SQL akan memungkinkanmu untuk bermain-main dengan dataset, mengenalnya secara menyeluruh, dan mengetahui bagaimana nilai-nilai didistribusikan dan bagaimana dataset disusun. Karena pisau bedah ada di tangan seorang ahli bedah, begitu pula SQL di tangan seorang data scientist untuk itu sangat berguna dalam ‘incising’ melalui dataset untuk pemahaman terperinci.

3. SQL Terintegrasi dengan Bahasa Scripting

Meskipun SQL sangat kuat dalam akses data, kueri, dan manipulasi, SQL terbatas dalam beberapa aspek seperti visualisasi. Sebagai data scientist, kamu harus menyajikan data dengan cermat dengan cara yang mudah dipahami oleh tim atau organisasi. SQL terintegrasi dengan baik dengan bahasa scripting lain seperti R dan Python. Kamu dapat dengan mudah mengintegrasikan SQL dan Python untuk dapat melakukan pekerjaan dengan nyaman dengan memasukkan paket kode sebagai prosedur tersimpan. Juga, pustaka koneksi khusus untuk SQL seperti SQLite dan MySQLdb dapat sangat berguna dalam menghubungkan aplikasi klien ke mesin database sehingga memungkinkan untuk bekerja dengan dataset. Inilah kenapa SQL harus dipelajari utamanya bagi kamu yang ingin menjadi data scientist.

4. SQL dapat mengelola volume data yang sangat besar

Data science dalam banyak kasus melibatkan berurusan dengan volume besar data yang disimpan dalam database relasional. Bekerja dengan volume data yang demikian membutuhkan solusi tingkat tinggi untuk mengelolanya selain spreadsheet biasa. Dengan meningkatnya volume dataset, menjadi tidak bisa digunakan untuk menggunakan spreadsheet. Solusi terbaik untuk menangani dataset besar adalah SQL. SQL memiliki kapasitas untuk mengelola dataset tersebut.

Baca juga: Cari Tahu Perbedaan SQL dan MySQL

Dengan SQL, tidak perlu khawatir ketika berhadapan dengan kumpulan data dalam database relasional. SQL itu dapat berkomunikasi, permintaan dan memberikan wawasan yang berguna dari data.

5. SQL merupakan gerbang ke pekerjaan Data science

Untuk sebagian besar pekerjaan data science, kecakapan dalam peringkat SQL lebih tinggi dari bahasa pemrograman lain. Data science melibatkan berurusan dengan dataset besar dalam database dan itu akan membutuhkan keahlian dalam SQL untuk dapat memecahkan masalah dalam pro.

Kalau kamu sendiri, kenapa sql harus dipelajari? Beritahu hemera ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu