Dunia baru-baru ini dihebohkan dengan film Joker. Film yang baru mendapatkan Box Office di Amerika dianggap sukses menampilkan sosok kelam yang penuh intrik personal dan eksternal, dengan story line yang menawan. Tidak berhenti di sana, frasa โ€œorang jahat lahir dari orang baik yang tersakitiโ€ juga ramai dikutip. Sosok kelam ini ternyata tidak hanya eksis di dunia perfilman lho Fams, Joker juga eksis di dunia maya.

Siapakah dia? Simak ulasan kami.

Baru-baru ini, perusahaan riset kemanan cyber dan CSIS Security mendeteksi sebuah malware yang dinamai ‘Joker’. Malware ini menyusup di puluhan aplikasi berbahaya di Google Play Store. Gawatnya, unduhan aplikasi-aplikasi ini sudah mencapai lebih dari 472.000.

Dikutip dari SC Magazine, dalam Inet.detik.com, Senin (9/9/2019), Joker bisa mencuri pesan SMS, daftar kontak, dan informasi perangkat si pengguna. Malware ini juga secara diam-diam bisa mendaftarkan perangkat untuk berlangganan layanan premium sehingga merugikan korban.

“Joker berinteraksi dengan website iklan-iklan untuk menghasilkan klik palsu dan mendaftar layanan premium tanpa sepengetahuan korban,” jelas analis malware CSIS Security Aleksejs Kuprins.

Baca Juga :ย Terungkap, Rahasia Sukses Belajar Java

Joker diketahui menyasar pengguna di 37 negara. Tentu saja, Indonesia ada di dalam daftar ini. Selain itu, ada Australia, Austria, Belgia, Brasil, China, Cyprus, Mesir, Prancis, Jerman, Ghana, Yunani, Honduras, India, Irlandia, Italia, Kuwait, Malaysia, Myanmar, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Qatar, Republik Argentina, Serbia, Singapura, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Thailand, Turki, Ukraina, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Amerika Serikat.

Kuprins menyebutkan bahwa Google mengetahui adanya Joker pada aplikasi dan secara aktif berupaya memberantas aplikasi jahat dari Google Play Store. Setidaknya, 24 aplikasi telah dihapus sebagai konsekuensinya. Tahun ini, Google mengklaim telah menghapus setidaknya 85 aplikasi jahat yang mengandung adware. Aplikasi-aplikasi ini menyamar dalam bermacam wujud, mulai dari game, konten TV dan lain-lain.

CSIS Security mengimbau agar pengguna Google Play Store mewaspadai izin yang diminta oleh aplikasi apa pun. “Selalu memperhatikan daftar izin apa saja yang diminta di aplikasi yang kalian instal pada perangkat Android kalian,” tutup Kuprins.

Sumber: https://inet.detik.com/security/d-4698675/awas-jebakan-joker-malware-baru-intai-pengguna-android

1 Comment. Leave new

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu