“Kami tidak akan menjual datamu ke pihak lain.”

Mungkin itulah tagline yang cocok bagi DuckDuckGo.

Pada saat ini, hampir semua orang memilih Google sebagai mesin pencari di internet. Menurut data dari Internet Live Stats, Google bisa memproses 40.000 pencarian pengguna setiap detiknya. Memang hampir tidak mungkin bagi perusahaan lain untuk mengalahkan kehebatan dari Google. Namun, kini muncul mesin pencari lain bernama DuckDuckGo yang memanfaatkan celah kelemahan Google, yaitu privasi. Mereka mendeskripsikan diri sebagai “mesin pencari yang tidak akan melacakmu”.

Apa itu DuckDuckGo?

DuckDuckGo adalah perusahaan teknologi berbasis mesin pencari yang peduli terhadap kerahasiaan data pengguna. DuckDuckGo juga ramah privasi, tidak menyimpan, dan tidak menjual data-data pengguna pada pengiklan. DuckDuckGo (DDG) dikembangkan oleh Gabriel Weinberg dan tim yang tergabung dalam DuckDuckGo Inc. Mereka mengklaim akan menomorsatukan privasi dari para penggunanya.

Ini dilakukan dengan cara tidak menggunakan cookie untuk melacak pencarian dan tidak mengumpulkan informasi pribadi. Bahkan mesin pencari pun tidak bisa melihat IP address penggunanya.

DDG sudah dikembangkan mulai dari tahun 2008. Ia telah tumbuh dengan stabil dari awal peluncuran. Mulai dari 79.000 pencarian harian di tahun 2010 hingga menjadi 31 miliar pencarian harian pada Juni 2019.

Sebagian pertumbuhan ini berkat adanya kolaborasi dengan browser yang banyak digunakan, seperti Firefox dan Safari. Agar lebih dikenal, DDG juga menjalin kemitraan dengan Linux dan memiliki aplikasi yang tersedia di Android dan iOS

Baca Juga: 5 Mesin Pencari Alternatif yang Peduli Privasi dibandingkan Google

Berbeda dengan Google yang mengandalkan “the most results” atau pencarian terbanyak, DuckDuckGo justru menampilkan hasil dengan pencarian terbaik atau “the best results”. Tentunya, hasil pencarian ini adalah generalisasi dari 400 sumber. Termasuk pula pada kata kunci situs di Wikipedia, Bing, Yahoo!, Yandex, dan Yummly.

Saat menggunakan DuckDuckGo, Anda bahkan tidak perlu sampai membuka tab incognito (tab tanpa lacak histori) di mesin pencari.

Pada tahun 2011, DuckDuckGo berhasil masuk dalam situs terbaik versi majalah Time. DuckDuckGo juga mengalami ledakan trafik akibat banyaknya pengguna yang sadar privasi dan keamanan data.

Keunggulan-keunggulan DuckDuckGo tersebut nyaris membuat Google kewalahan. Bahkan, Google hampir mengalami kerugian meski tidak terlalu drastis, mengingat masih ada pengguna yang menggunakan Google dan mempercayakan aplikasi tersebut.

Lalu, bagaimana caranya bermigrasi ke DuckDuckGo? Mudah saja, hapus semua data dan log aktivitas Anda di Google Suit. Lalu unduh dan instal aplikasi DuckDuckGo di gawai pintar Anda. Jika Anda ingin mengakses penuh via komputer atau laptop, unduh dan instal ekstensi DuckDuckGo di Google Chrome Store.

Baca Juga: WhatsApp Tak Bisa Digunakan

Efeknya, tidak ada lagi histori pencarian dan cookie. Sehingga, Anda tidak perlu repot-repot membersihkannya agar ruang memori gawai pintar dan laptop lebih lapang. Memudahkan bukan?

Anda juga tidak perlu merasa creepy atau heran gara-gara gawai pintar Anda tahu apa yang Anda inginkan. Anda tidak perlu khawatir lagi jika linimasa Instagram dan Facebook tiba-tiba mengeluarkan iklan sebuah produk atau jasa yang sudah lama Anda cari.

Tidak perlu ada rasa takut lagi. Tidak perlu ada rasa berat dan terbebani karena harus menghapus histori, cookie. Tidak perlu ada rasa khawatir jika Google tahu wajah teman-teman dan keluarga di foto Anda. Selamat bermigrasi!

Sumber :duckduckgo dan wired

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu