Aplikasi hadir sebagai penyelamat manusia modern dalam beraktivitas sehari-hari. Di mata pengembangnya, aplikasi juga merupakan bisnis yang menggiurkan. Coba tengok kegagalan ponsel pintar berbasis sistem operasi BlackBerry maupun berbasis Windows Phone. Keduanya gagal karena tidak mampu menyediakan aplikasi yang bagus dan beragam bagi penggunanya.

Hari ini aplikasi di ponsel pintar adalah segalanya. Hampir tiap jengkal kehidupan manusia kini, bisa diselesaikan hanya menggunakan suatu aplikasi. Mulai dari membaca, menonton, membeli tiket pesawat dan hotel, membeli berbagai barang, membantu mengatur jadwal pekerjaan, dan memesan ojek atau taksi untuk mengantarkan kita ke tujuan, semuanya dilakukan menggunakan aplikasi.

Baca juga :

//itlearningcenter.id/hemera-academy-dan-itgid-laksanakan-charity-bersama-anak-yatim-dan-dhuafa/

//itlearningcenter.id/millenials-challenges-to-face-industrial-revolution-4-0/

Saat ini, hanya ada dua sistem operasi ponsel pintar yang berjaya perihal menyajikan aplikasi, yakni Android dan iOS atau iPhone. Pada 2017 diperkirakan terdapatย 62,69 jutaย pengguna ponsel pintar, atau setara 24 persen total penduduk Indonesia. Android merupakan sistem operasi mobile yang paling utama, menguasaiย 83,99 persenย pangsa pasar sistem operasi mobile per Juli 2017.

Menurut data yang dipublikasikan Nielsen, laporan dari App Annie, sebuah firma pemasaran digital, berjudul โ€œ2016 Retrospectiveโ€ mengungkapkan waktu yang dihabiskan untuk menggunakan aplikasi ponsel pintar di seluruh dunia meningkat lebih dari 150 miliar jam dari tahun ke tahun.

Berbanding lurus dengan waktu yang dihabiskan pengguna ponsel pintar yang kian meningkat, total jumlah download atau mengundung aplikasi juga meningkat. Gabungan App Store dari Apple yang menyajikan aplikasi untuk iPhone dan Play Store dari Google yang menyajikan aplikasi bagi Android menghasilkan total lebih dari 90 miliar unduhan di tahun 2016 lalu.

Pembayaran bagiย developerย di pasar aplikasi Play Store untuk Android, diperkirakan Google menggelontorkan uang senilai $900 juta. Uang tersebut merupakan hasil dari unduhan yang berjumlah 48 miliar di Play Store. Rata-rata, aplikasi Android memperoleh pendapatan $0,187 per aplikasi per unduhan.

Selain pembayaran dari pasar aplikasi, suatu aplikasi juga memperoleh uang dari iklan yang terpasang di aplikasi tersebut. Bahkan, belanja iklan di dunia digital, termasuk aplikasi ponsel pintar, lebih besar daripada belanja iklan di televisi.
Menurut laporanย eMarketer,ย di tahun 2017 diperkirakan belanja iklan digital mencapai angka $77,37 miliar.ย Bahkan, di tahun 2020, diperkirakan belanja iklan untuk dunia digital,akan mencapai angka $105,21 miliar. Unggul jauh dari belanja iklan televisi yang di tahun 2020 diperkirakan hanya mencapai $77,17 miliar.

Selain memperoleh uang dari pasar aplikasi maupun iklan, ada cukup banyak pintu suatu aplikasi mendulang uang. Mulai dari menjual konten-konten atau layanan tertentu hingga membanderol aplikasi mereka dengan harga yang cukup tinggi merupakan langkah yang bisa dilakukan suatu aplikasi, mendulang uang dari meroketnya penggunaan aplikasi ponsel pintar dalam kehidupan manusia.

Dengan begitu masifnya penggunaan aplikasi dalam kehidupan manusia modern kini, tak mengherankan bahwa aplikasi ponsel pintar, merupakan mesin bisnis yang sangat menggiurkan. Bahkan, ada beberapa ungkapan umum yang menyebutkan bahwa menjadi kaya di zaman ini, jauh lebih mudah daripada masa lalu. Tinggal mengurung diri di kamar dengan sebuah laptop, dan mulai membuat aplikasi yang mungkin akan populer di pasaran.

Source :

Tirto.id

Buildfire.com

Diffen.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu