Pada tanggal 2 Oktober minggu lalu, kita baru saja merayakan Hari Batik Nasional. Batik memang merupakan warisan budaya Indonesia yang terlah diresmikan oleh UNESCO. Batik merupakan warisan budaya bangsa dan tersebar di berbagai daerah dengan ragam dan corak yang berbeda. Misalnya saja, Batik Mega Mendung dari Cirebon, Batik Simbut dari Banten dan Batik Sogan dari Solo. Selain itu, cara pembuatannya pun bermacam-macam. Ada yang dibuat dengan teknik tulis menggunakan canting, teknik celup ikat, teknik cap dan lain sebagainya.

Eits, ngga cuma sampai di sana… ternyata kemajuan teknologi digital masa kini juga bisa digunakan dalam mendesain batik lho. Pemanfaatannya menggunakan rumus matematika, Namanya? Batik Fractal. Sebenarnya apa dan gimana sih, Batik Fractal itu? Yuk simak ulasannya berikut!

  1. Menggunakan ilmu matematika, cara pembuatan batik fractal bisa dipelajari oleh semua orang
    Batik Fractal adalah batik yang motifnya didesain menggunakan rumus fractal. Fractal adalah ilmu matematika yang mempelajari kesamaan dan pengulangan pola, serta dapat memiliki struktur serupa pada tingkat perbesaran yang berbeda. Bisa dibilang, fractal berkaitan dengan pengulangan pola yang ada pada batik.
    Proses mendesain batik dengan rumus fractal diperantarai oleh sebuah software yang bernama jBatik, yang dapat menghasilkan berbagai motif baru dari satu rumus fractal saja. Selain itu, satu motif pun dapat dikombinasi dengan motif lain. Dengan penggunaan software ini, proses mendesain batik menjadi lebih cepat, efisien dan tentunya variatif.
    Setelah proses mendesain selesai, motif dapat dicetak di kertas atau langsung pada kain. Lebih efektif, bukan?
  2. Piksel Indonesia lah yang ada di balik inovasi ini
    Perusahaan yang mengeluarkan Batik Fractal dan software jBatik bernama Piksel Indonesia. Perusahaan ini didirikan oleh Nancy Margried, Muhammad Lukman dan Yun Hariadi. Bahkan, Nancy Margried tercatat dalam daftar 40 under 40 ASEAN, yaitu penghargaan yang diberikan kepada 40 orang di bawah usia 40 tahun yang paling berpengaruh di ASEAN.
    Terobosan baru dalam memanfaatkan perkembangan teknologi yang berhasil diaplikasikan pada Batik Fractal mengantarkan ketiga pendiri Piksel Indonesia ini ke 10th Generative Art International Conference, Milan, Italia, pada 2007. Keren banget, ya!
  3. Menggunakan software jBatik
    jBatik adalah perangkat lunak desktop dengan sistem parametrik untuk menciptakan pola batik dan pola lainnya. JBatik menggunakan rumus fraktal untuk menghasilkan pola. Pengguna dapat menggambar pola batik tradisional dan menghasilkan pola-pola baru dengan mengubah parameternya. Perangkat lunak ini memenangkan sudah beragam penghargaan internasional.
    Selain itu, Piksel Indonesia pun kerap mengadakan pelatihan penggunaan software jBatik dan membuat desain Batik Fractal. Pengguna software jBatik pun sudah mencapai lebih dari 3 ribu orang, lho!

Ternyata perkembangan teknologi juga bisa digunakan untuk mendesain batik, ya! Ada banyak banget lho cara untuk membantu memecahkan masalah dengan memanfaatkan teknologi. JBatik adalah salah satunya, dengan mengubah kesenian tradisional melalui teknologi.

Kamu tertarik untuk membantu menyelesaikan permasalahan dengan memanfaatkan teknologi juga? Jangan ragu, segera hubungi Hemera. Mau belajar programming, data science, buat aplikasi atau games, bisa! We will show you the light from the first step.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu