Ariya Hidayat merupakan seorang pegiat digital literasi di Indonesia. Beliau adalah developer terkemuka yang pernah bergabung dengan Sencha Inc dan Shape Security. Sencha Inc. adalah perusahaan software penyedia framework JavaScript yang open-source. Sedangkan Shape Security adalah perusahaan teknologi penyediaย  layanan keamanan cyber bagi perusahaan kelas dunia. Keduanya adalah perusahaan teknologi di Silicon Valley.

Beliau adalah seorang mahasiswa magister di tahun 1999 – 2002 di jurusan Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung (ITB). Selama kuliah, Ariya ย terlibat dalam projek embedded system dan control system, serta aktif menjadi tenaga asisten dosen di beberapa mata kuliah. Kemudian, meneruskan studinya ke Jerman, di University Paderborn mengambil doktoral Optical Communication. Di Paderborn, Ariya terlibat dalam penelitian high-capacity photonics system dan telah mempublikasi lebih dari 30 publikasi ilmiah sebagai penulis dan co-author.

Di Sencha Inc. Ariya berjasa sebagai Engineering Director, membangun perusahaan ini sampai akhirnya dibeli oleh IDERA Inc. yang berada di bawah naungan Embarcadero, perusahaan pencipta Turbo Pascal, Dephi, dan C++ Builder. Sebelum Secha Inc. dibeli, Ariya sempat dihubungi oleh Co-Founder Shape Security dan memintanya bergabung. Di perusahaan ini, ia berperan sebagai VP of Engineering yang memimpin tim dengan 50 engineer di dalamnya.

Kurang dari dua tahun, Ariya beserta timnya berhasil meluncurkan sebuah produk. Setahun kemudian, penjualan produk tersebut melesat. Lalu setahun setelahnya, Shape Security jadi bernilai setara dengan Unicorn. Perusahaan ini pun kemudian dibeli oleh F5 Networks pada beberapa bulan yang lalu dengan nilai seharga 1 miliar dolar.

Ariya sangat menyukai open source dan terlibat dalam pengembanganya. Ia berkontribusi di projek open source seperti KDE sejak tahun 2003. Di KDE, ariya berperan sebagai KOffice Developer hingga tahun 2008. Di tahun 2008 hinga saat ini, Ariya menjadi seorang reviewer di WebKit (sebuah mesin untuk web rendering yang bersifat open source dan digunakan oleh Google Chrome, Apple Safari, Android, iOS, dan Kindle). Ketika bekerja di WebKit, Ariya bertindak dalam integrasi, pengembangan fitur, dan mengoptimasi modul QtWebKit untuk Qt. Pada tahun 2011 hingga saat ini, Ariya membangun sebuah framework bernama PhantomJS (http://phantomjs.org/) sebuah scriptable headless WebKit yang cocok untuk automated testing dan pemantau performa sebuah aplikasi web. Di PhantomJS, Ariya bertindak sebagai pembuat dan maintainer. PhantomJS digunakan juga untuk membantu continous deployment dari sebuah aplikasi web. Pengguna PhantomJS diantaranya adalah Twitter, CNN, Box, dan LinkedIn. Selang setahun sejak menciptakan PhantomJS, Ariya membuat sebuah karya kembali yang bernama Esprima (http://esprima.org/), sebuah ECMAScript parser yang memiliki performa tinggi dan memenuhi standard yang menjadi pondasi berbagai tools JavaScript tingkat tinggi seperti static analyzer, code coverage, refactoring tool, editor autocompletion dan lainnya.

Selain Deeptech, Ariya Hidayat juga aktif mengisi blog, twitter, dan terlibat dalam berbagai event. Untuk memajukan teknologi di Indonesia dengan berbagai cara seperti membangun Deep Tech Foundation bersama teman-teman lainnya. Keterlibatan dalam mengembangkan, memajukan, dan mendobrak teknologi di Indonesia adalah hal yang penting agar Indonesia enggak hanya menjadi konsumen, tapi juga menjadi penggerak dalam pasar teknologi.

Hemera Academy juga akan mengadakan event loh yang bertujuan untuk meningkatkan literasi digital teman-teman. Tunggu tanggal mainnya di Instagram kami ya, https://www.instagram.com/hemera.academy/

Sumber: codepolitan & kayakarsa

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menu